Selasa, 10 Januari 2012

meniti arus kehidupan


terkumpul segenap perasaan hanyut jiwa dibuai rindu .....mencari setiap pengertian yg berlindung di awan kelabu ...menagis ombak dipantai bimbang pasir kian berubah ......jauh sudud pandangan dunia bagai tiada bertepi......awan kelabu mengatur langkah malam kini berganti disini janjinya tertulis .......kerana ia milik yg abadi.......lautan permata hati terangi jiwa nurani insan nanmurni.........
shadunya suara ombak bedesir memecahkan kebuntuan sepi .....lalu  aku bertanya adakah ini gurauwan atau sidiran ......pak nelayan berpusu2 bagai hidup tiada akhirannya .....kacah kehidupan menuntut keadilan ....dengan tulang 4 kerat  kuderat yg tersirat mengayuh semangat tampa mengira penat yg tersurat .........biar di lambung ombak dan badai sekalipun nyawa tergadai ....laut bisu punya hati yg tulus tiada janji terikat sumpah tidak terpahat hanya takdir yg menentukannya ......tersadai di buai ombak.... jiwa dirantai pilu laongan kian shadu biar penat memikul kuderat lautan x  mungkir janji tetap memberi ......janji hakiki jangan dibenci laut dan bumi sudah terbuti ......disini dan disana telahada .janji yg kekal abadi......

kepuasan jelas terbayang dimata takkala dapat melihat dunia yg luas terbentang x dapat nak di gambarkan betapa indahnya kebesaran ilahi ...... kita semua berdiri diatas bumi yg tercipta terdampar bak permaidani .alang kah mulianya kita menjadi hamba yg di angkat menjadi kalifah dibumi ini . segalanya bukan milik abadi biar pun kita diberi kunci agar dapat diterokai sedalam dan sejauh mana yg termampu ..... namun masih ada yg sombong diri jauh dibawa arus kealpaan.......jangan di nanti hari pengadilannya tiba di bumi...........

Tiada ulasan:

Catat Ulasan