Isnin, 24 Oktober 2011

setulus hati yg ekhlas

jiwaku terapong melihat kebesaran ilahi. betapa kerdilnya aku di bumi yg fanaini bertambah gersang hati menglamun . awangan yg x mungkin pudar sering kalinya berubah2 . jendela hati yg tandus oleh keimanan lalai dengan kealpaan diri bersama arus perubahan dunia . oh dunia . kecantikkanmu yg x mungkin pudar sehinga keakhir zaman . penghuni yg alpa x pernah teransang untok ambil tahu . disana ada nikmat yg menanti untok kita semuanya yg pasti satu hari nanti kita semuanya akan kesana jua . dunia yg bisu tapi jiwa yg penoh keharmonian luhor dan ekhlas . x pernah goyah namun disakiti . kau tersenyum hatimu menangis ...oh anak2 adam cukup2 lah seksaan ku tanggung selama ini . terlalau berat bahuini untok menggalas semua dosa2mu ...jiwaku yg terapong semakin sukar untok menagis....kerana aku tahu inilah kebesaran yg hakiki jangan di nafikan lagi ..........

Tiada ulasan:

Catat Ulasan